Yuk! Rapikan Proyekmu dengan Package di Java

 ⊛ • 7 mins read

Main Image
Photo by Tima Miroshnichenko from Pexels

Halo semuanya, apa kabar? Mudah-mudahan selalu diberikan kesehatan ya. Pada kali ini saya akan menjelaskan mengenai cara merapikan proyek java dengan package.

Intro

Java adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling populer karena dapat dijalankan di berbagai platform seperti motonya yaitu “write once, run anywhere”. Selain itu, java juga simple, object-oriented, robust, dan secure.

Seperti yanng diulas dalam stackshare, java digunakan oleh banyak perusahaan besar dunia seperti Google, Netflix, Instagram, dll. Bahkan di Indonesia juga banyak yang menggunakannya seperti Blibli, Lazada, tiket.com, dll.

Bayangkan bagaimana mereka me-manage kode mereka yang begitu banyak dengan efisien? Jawabannya adalah simple, menggunakan package.

Dalam java, ada dua macam jenis package, yaitu built-in package dan user-defined package.

Built-in package merupakan bagian dari Java API yang didalamnya terdapat banyak class yang biasa kita gunakan seperti String, List, dll.

User-defined package adalah package yang dibuat oleh user untuk membuat kategori class, interface, dan sub-package. Maka dari itu, user-defined package memainkan peran yang besar untuk mengorganisasi dan mengoptimasi kodemu.

Mengapa Package?

Mengapa package? Apa tidak bisa jika kita meletakkan class, interface, dan sub-package dalam satu tempat? Tentu saja bisa, tetapi hal itu tidak akan rapi dan efisien.

Bayangkan jika kita sedang membuat aplikasi online shop dengan semua class dan interface yang memuat buyer, seller, keranjang/cart, payment, security, dan autentikasi dalam satu tempat. Hmm, tentu akan berantakan kan.

Nah, maka dari itu kita harus menggunakan package sebagai wadah pengorganisasian agar tercipta kode yang efisien.

Lalu bagaimana cara membuat package tersebut? Berikut ini adalah langkah-langkah mudah dalam membuat package.

Peraturan Penamaan Package

Sebelum kita membuat package, sebagai developer yang profesional kita harus menamai package sesuai dengan java naming conventions untuk memudahkan kita dan developer lainnya dalam memahaminya. Berikut adalah contoh penamaannya:

Nama domain harisfi.com
Nama aplikasi Haris Olshop
Nama module Authentication
Maka, nama package adalah com.harisfi.harisolshop.authentication
Atau dapat juga seperti ini com.harisfi.haris_olshop.authentication

Langkah-Langkah Pembuatan Package

Kali ini kita akan membuat project dengan struktur seperti berikut:

graph BT
    A([com.harisfi])
    B(multipackage) --> A
    C(kamar) --> B
    D[MultiPackage.java] --> B
    E[Lampu.java] --> C
    F[Kipas.java] --> C
    E -.import.-> D
    F -.import.-> D
    style A fill:#1e60ab,color:#fff
    style B fill:#a2d9e2
    style C fill:#b8cfe5

Di sini kita akan memakai Apache Netbeans v.12.1 untuk membuat package, tetapi pada kebanyakan IDE juga bisa karena memiliki langkah-langkah yang hampir sama. Yuk lanjut ke pembuatannya.

  1. Buka aplikasi Apache Netbeans, lalu klik File > New Project

  2. Kemudian pilih Java with Ant dan pilih Java Application lalu klik Next

    img

  3. Setelah itu, namai project dengan nama MultiPackage dan klik Next

    img

  4. Jika package di Project Group masih terlihat sebagai list, aturlah menjadi reduced tree dengan cara klik kanan Project Group > View Java Packages as > Reduced Tree

    img

  5. Setelah itu buat package baru dengan cara klik kanan package com.harisfi.multipackage > New Package, lalu namai package com.harisfi.multipackage.kamar dan klik Finish

    img

  6. Di dalam package kamar, buat sebuah class dengan nama Lampu

    img

  7. Setelah itu buatlah isinya seperti berikut

    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    10
    11
    
     package com.harisfi.multipackage.kamar;
    
     public class Lampu {
         public static void nyalakan() {
             System.out.println("Lampu dinyalakan");
         }
            
         public static void matikan() {
             System.out.println("Lampu dimatikan");
         }
     }
    
  8. Masih di dalam package kamar, buat sebuah class lagi dengan nama Kipas dan buatlah isinya seperti berikut

    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    10
    11
    
     package com.harisfi.multipackage.kamar;
    
     public class Kipas {
         public static void nyalakan() {
             System.out.println("Kipas dinyalakan");
         }
            
         public static void matikan() {
             System.out.println("Kipas dimatikan");
         }
     }
    
  9. Selanjutnya masuk ke file MultiPackage.java dan import fungsi dalam class Lampu dan Kipas sehingga menjadi seperti berikut.

    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    10
    11
    12
    13
    14
    
     package com.harisfi.multipackage;
    
     import com.harisfi.multipackage.kamar.Kipas;
     import com.harisfi.multipackage.kamar.Lampu;
        
     public class MultiPackage {
         public static void main(String[] args) {
             Lampu.nyalakan();
             Kipas.nyalakan();
             Lampu.matikan();
             Kipas.matikan();
         }
            
     }
    
  10. Kamu juga bisa membuat import berupa wildcard seperti ini.

    1
    
    import com.harisfi.multipackage.kamar.*;
    
  11. Struktur akhir dari project kita kali ini akan berbentuk sebagai berikut.

    img

  12. Jalankan dan hasilnya akan seperti ini.

    img

Selesai

Pada akhirnya package dapat memudahkan hidup para developer untuk membuat source code yang rapi dan terorganisasi.

Bagaimana pengalamanmu menggunakan package dalam java, yuk ceritakan pengalamanmu di kolom komentar :)

Share this post:


Tags Other Articles Tipe-tipe 'Switch' Dalam Java Cara Mudah Me-rename Branch Local dan Remote Git